Haji Plus Non Kuota

haji-plus-langsung-berangkat

Haji Plus Non Kuota (Furoda)

Haji Plus Non Kuota Undangan Kerajaan (Furoda) adalah pelaksanaan ibadah haji yang menggunakan visa kuota Kerajaan Saudi Arabia. Visa Haji plus non kuota (Furoda) ini adalah visa haji undangan dimana pihak yang mengundang terbagi atas :

  1. Keluarga Kerajaan yaitu visa yang dikeluarkan atas undangan keluarga kerajaan. (kami menggunakan visa ini)
  2. Militer
  3. Kementerian
  4. Duta Besar
  5. Khusus

Visa Ziarah adalah visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia yang peruntukkannya adalah untuk ziarah atau kunjungan, seperti kunjungan bisnis dan kunjungan keluarga. Visa ziarah ini tidak resmi jika digunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Sehingga penggunaan visa ziarah beresiko jika digunakan.

Visa undangan kerajaan tahun 2017
City tour Haji non kuota (furoda) tahun 2017

Program Haji Plus Non Kuota Dakwah Wisata

Haji Plus Non Kuota/ Haji Furoda

      • Biaya  Haji ONH plus                   : US$14.850
      • Pajak Kerajaan Saudi                  : $750
      • DP Haji ONH Plus                       : US$5.000
      • Biaya Manasik, buku kesehatan dan perlengkapan : Rp 5.000.000,-
      • Estimasi keberangkatan              : 4 Dzulhijjah
      • Pesawat                                      : Saudia Airlines / Emirates / Scoot/ setaraf sesuai jadwal keberangkatan
      • Durasi Ibadah Haji                      : 26 hari
      • Akomodasi
        – Makkah : Tower Zam zam
        – Madinah : Alharam
        – Aziziyah : Apartemen

    -Arofah Mina : Tenda AC

    Berikut ini beberapa persyaratan Haji Plus Non Kuota :

      1. Membayar DP sebesar USD 5000
      2. Menyerahkan passport Asli
      3. Pas Photo Haji ukuran 4×6 sebanyak 5 Lembar

Maraknya Visa Haji Plus Non Kuota

Beberapa tahun belakangan ini, kita banyak mendengar berita tentang gagalnya calon jamaah haji menginjakkan kakinya di Tanah Suci. Kenapa hal ini terjadi?

Ini bermula dari mulai banyaknya rakyat Indonesia yang mendaftarkan diri untuk melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun islam kelima yang artinya merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Berdasarkan KTT OKI Tahun 1987, kuota haji tiap Negara adalah 1:1000 jumlah warga muslim suatu Negara. Sehingga Indonesia medapat kuota 221.000. Namun dengan adanya renovasi daerah sekitar masjidil haram yang dimulai tahun 2013, semakin memperkecil jumlah kuota yang diterima karena kuota dipotong 20%. Hal ini menyebabkan makin panjangnya antrian untuk melaksanakan ibadah haji.

Lamanya masa tunggu untuk melaksanakan ibadah haji berkisar 8 sd 20 tahunan telah membuka peluang beberapa pihak untuk menjual visa haji plus non kuota (visa bebas) yang tidak diperuntukkan untuk ibadah haji seperti visa ziarah dan visa ummal (pekerja). Sehingga visa ini termasuk visa illegal (tidak resmi).

Beda halnya dengan visa haji undangan kerajaan yang memang diperuntukkan bagi undangan khusus dari kerajaan yang bersifat resmi dan juga sangat diurus segala hal yang berhubungan dengan ibadah haji itu sendiri seperti akomodasi, transportasi dan hal lain yang terkait dengan ibadah haji. Bahkan bisa dikatakan visa haji undangan kerajaan ini bersifat VVIP dan VIP.

TIGA JENIS HAJI DAN UMRAH

Pada Haji Plus Non Kuota ini,  dapat kita klasifikasikan jenis haji dan umroh. Menurut Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil  Nafis PhD, dua dari tiga  jenis jamaah haji dan umrah, tidak diterima ibadahnya.

“Dari tiga jenis orang yang melakukan ibadah haji dan umrah, dua di antaranya ibadahnya tidak diterima. Hanya satu yang ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” kata Cholil Nafis pada acara walimatus safar wartawan Republika Muhammad Nashih Nasrullah di Serua, Depok, Jawa Barat, Ahad (23/7).
Jenis haji atau umrah yang tidak diterima oleh Allah adalah  :

      1. Orang yang berhaji Plus non Kuota atau berumrah untuk gaya-gayaan. “Mereka pergi haji atau umrah dengan niat gaya-gayaan, bangga-banggaan. Supaya bisa mengatakan kepada orang lain bahwa dirinya sudah sekian kali haji atau sekian kali umrah.

      2. Mereka yang melaksanakan ibadah haji atau umrah hanya semata-mata untuk bisnis, pekerjaan atau duniawi. Misalnya, jadi pebisnis

      3. Adapun yang ibadahnya diterima oleh Allah SWT yakni mereka yang melakukan ibadah haji plus non kuota atau umrah dengan niat semata-mata karena Allah. “Hanya mereka yang berangkat ke Tanah Suci dengan niat berhaji atau berumrah semata-mata karena Allah SWT yang ibadahnya diterima atau mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT,”  papar Cholil.

        Karena itu, Cholil menegaskan, sangat penting meluruskan niat untuk melakukan haji atau umrah sejak awal. “Sejak pertama kali Anda melakukan setoran haji atau umrah, luruskan niat ibadah hanya karena Allah SWT. Bukan karena hendak gaya-gayaan atau bangga-banggaan. Juga bukan karena hendak melakukan bisnis atau pekerjaan dengan niat mencari keuntungan atau upah,” ujar Cholil Nafis.

Kami juga membuka pendaftaran untuk Umroh Ramadhan 2018 baik awal ramadhan, tengah ramadhan, akhira ramadhan, full ramadhan, dan awal syawal.

 

4 Replies to “Haji Plus Non Kuota”

    1. Assalamu’alaikum
      Bapak Arif bisa menghubungi kami terlebih dahulu melalui Whats App di 0813 2662 3635. Di WA akan kami infokan detail prosedurnya agar komunikasi bisa lebih cepat kita berikan.
      Wassalam

    1. Wa’alaikum salam pak Abdullah Idris

      Mohon maaf kami baru membalas. Untuk gagal berangkat karena kesalahan pihak travel. maka uang DP atau biaya keseluruhan yang sudah dibayarkan akan dikembalikan utuh kepada jamaah yang bersangkutan. Alhamdulillah, kami belum pernah gagal berangkat. Semoga kami selalu istiqomah berKhidmat melayani tamu-tamu Allah. Dan kami doakan bapak Abdullah Haris dan keluarga berkenan melaksanakan ibadah umroh bersama travel kami.
      Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *